Singgalang van Subang, Belajar Program CSR dari PT Pupuk Kujang

- Sabtu, 26 November 2022 | 20:16 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menominasikan Kampung Nanasku sebagai peraih penghargaan ‘’Proper Award’’ yang diberikan setiap tahun.  (tangerangraya.id)
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menominasikan Kampung Nanasku sebagai peraih penghargaan ‘’Proper Award’’ yang diberikan setiap tahun. (tangerangraya.id)

Tangerangraya.id - Ada Kurfa dan Kuwat di Cikampek, ada Kampung Nanas di Sarireja. Meski berjauhan, ketiga program itu sejatinya sangat dekat. Kait-mengait. Itulah konsep pemberdayaan ekonomi terintegrasi dari PT. Pupuk Kujang yang menjadi nominator pemenang Proper Emas 2022.

Suasana rumah toko (Ruko) di sudut kota Cikampek itu tampak biasa saja. Sama dengan kebanyakan bangunan di kiri dan kanannya. Beberapa orang tampak keluar dan masuk Ruko berspanduk lembaga amil zakat itu.

Masuk ke lantai dasar, sepertinya sepi-sepi saja. Padahal banyak produk busana yang dipajang menggunakan manekin di sepanjang dinding. Suara obrolan disertai tawa terdengar sayup-sayup. Sumbernya dari ruangan di lantai atas.

Baca Juga: PT TWC Dukung International Buddhist Conference Indonesia

Ternyata lebih dari 15 orang yang berkumpul di situ. Mereka sedang sibuk. Ada beberapa gadis yang baru lulus SMA dan SMK belajar menjahit tingkat dasar. Sebagian lagi, emak-emak menggambar pola dan menjahit. Mereka melewatkan kegiatan itu sembari ngobrol dan bercanda.

Perhatian saya tertuju ke selembar kain putih bercorak batik cap warna biru dongker yang terhampar di meja. Teksturnya berbeda dengan kain lainnya: Seratnya tebal. Anyamannya kasar. Warnanya tidak benar-benar putih. Lebih tepat disebut khaki, agak krem.

+ Ini kain apa?
- Ini kain khusus. Hasil tenun tradisional.
+ Kenapa kainnya kaku, tidak bisa jatuh?
- Ini kain tenun serat alam.
+ Serat alam? Bahan seratnya apa?
- Serat daun nanas.

Baca Juga: Seorang Seniman Komik Asal Yogyakarta Dituduh Merendahkan Ibu Iriana Jokowi

Meski bertekstur kasar, saya menyukainya. Kain serat nanas itu mengingatkan saya waktu masih tinggal di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 1993 hingga 1999.

Halaman:

Editor: Josep Lopiwudhi

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Elon Musk Bukan Lagi Orang Terkaya di Dunia

Rabu, 18 Januari 2023 | 14:10 WIB

Tradisi Tahun Baru Imlek, Ini Penjelasannya

Jumat, 13 Januari 2023 | 18:25 WIB

Ferdy Thaeras Gelar Pameran Tunggal Les Bonnes

Selasa, 10 Januari 2023 | 14:06 WIB

Ayo Kenali Busok, Kucing Ras Asli Indonesia

Kamis, 29 Desember 2022 | 12:34 WIB

Pesiyaran, Cerita Kartu Pos 2022

Senin, 26 Desember 2022 | 12:20 WIB

Jogja Menari Digelar di Candi Prambanan

Kamis, 22 Desember 2022 | 19:40 WIB

Terpopuler

X