• Jumat, 1 Juli 2022

Legislator: Klaim Mahathir Mohamad Atas Kepulauan Riau Itu Keliru

- Rabu, 22 Juni 2022 | 18:43 WIB
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi. (dpr.go.id)
Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi. (dpr.go.id)

TangerangRaya.id - Belum lama ini mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan bahwa Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau (Kepri).

Meski hal itu berlangsung dalam acara internal, tetapi menurut anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi, pernyataan sepihak Mahathir itu keliru.
 
“Ya beliau berbicara dalam lingkup internal sepengetahuan saya, ya itu ngawur walaupun dalam konteks membakar semangat warganya,” kata Bobby kepada awak media, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Menkominfo Ajak Kerja Sama Jerman, Jepang dan Malaysia
 
Politisi Golkar ini mengaku bingung akan pernyataan Mahathir, lantaran Indonesia sudah lebih dulu merdeka daripada Malaysia.

“Bagaimana caranya itu milik Malaysia, hari kemerdekaannya saja lebih muda dari Indonesia, sedangkan Riau sudah NKRI yang harinya saja lebih dulu pada 9 Agustus 1957,” ucap Bobby.
 
Dilansir The Straits Times, Selasa (21/6/2022), Mahathir Mohamad melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Malaysia seharusnya mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah Republik Indonesia.

Baca Juga: Keren! Pengendali Banjir Cekungan Bandung Jadi Destinasi Wisata dan Olahraga Warga
 
Pernyataan Mahathir disampaikan saat pidato pada Minggu 19 Juni 2022 lalu, dalam acara yang digelar sejumlah organisasai non-pemerintah di  Negara Bagian Selangor bernama Kongres Survival Melayu. Acara itu diberi judul “Aku Melayu: Survival Bermula”.
 
Dalam pidatonya, Mahathir menyatakan bahwa pemerintah Malaysia menganggap lebih berharga untuk memenangkan kendali atas Pulau Sipadan dan Ligitan di Borneo saat Melawan di Mahkamah Internasional (ICJ), sembari menyerahkan Pedra Branca ke Singapura.

Baca Juga: Jalur Rel Bogor-Sukabumi Sudah Steril dari Longsoran, KA Pangrango Beroperasi Lagi
 
“Kita seharusnya menuntut tidak hanya Pedra Branc atau Pulau Batu Puteh untuk dikembalikan kepada kita, kita seharusnya juga menuntut Singapura juga Kepulauan Riau, karena itu Tanah Melayu,” kata Mahathir.***

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Bangga dengan Wajah Baru Sarinah

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:45 WIB

EBET Dibutuhkan untuk Menunjang Pembangunan

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:50 WIB
X