• Jumat, 1 Juli 2022

RUU KIA Upaya Melahirkan Generasi Emas

- Rabu, 22 Juni 2022 | 17:33 WIB
Anggota Badan Legislasi DPR RI Luluk Nur Hamidah. (dpr.go.id)
Anggota Badan Legislasi DPR RI Luluk Nur Hamidah. (dpr.go.id)

TangerangRaya.id - Penyusunan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) merupakan komitmen DPR dalam mewujudkan kesejahteraan ibu dan anak secara terarah, terpadu dan berkelanjutan.

Melalui RUU KIA, DPR ingin memastikan sejumlah hak dapat diperoleh seorang ibu untuk menciptakan generasi emas yang nantinya akan berkontribusi bagi negara.

Demikian diungkapkan anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Luluk Nur Hamidah.

Baca Juga: Pendidikan Sangat Penting untuk Bangun Kesejahteraan Ibu dan Anak
 
Beberapa hak ibu yang dimaksud ialah hak mendapatkan pelayanan kesehatan, mendapatkan jaminan kesehatan saat hamil, mendapat perlakuan dan fasilitas khusus pada fasilitas sarana dan prasarana umum.

Juga hak mendapatkan rasa aman dan nyaman serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan serta diskriminasi.
 
Salah satu yang ada dalam RUU KIA ialah pengaturan ulang penetapan masa cuti melahirkan, yang sebelumnya diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Keren! Pengendali Banjir Cekungan Bandung Jadi Destinasi Wisata dan Olahraga Warga

Durasi waktu cuti melahirkan hanya 3 bulan, sementara di RUU KIA, cuti melahirkan berubah menjadi 6 bulan dan masa waktu istirahat, 1,5 bulan untuk ibu bekerja yang mengalami keguguran.
 
Hal ini dinilai penting, karena RUU KIA menitikberatkan pada masa pertumbuhan emas anak yang merupakan periode krusial tumbuh kembang anak, yang kerap berkaitan dengan 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai penentu generasi penerus bangsa untuk tumbuh menjadi SDM yang dapat membawa Indonesia semakin maju.  
 
"Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu faktor fundamental dalam mengukur keberhasilan pemerintah dalam bidang pembangunan kesehatan. RUU ini dirancang untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM)  Indonesia yang unggul,” kata Luluk saat menjadi narasumber dalam diskusi Forum Legislasi dengan tema 'RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak: Komitmen DPR Mewujudkan SDM Unggul' di Media Center DPR RI, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Jalur Rel Bogor-Sukabumi Sudah Steril dari Longsoran, KA Pangrango Beroperasi Lagi
 
Menurut Luluk, ibu yang sehat dan sejahtera diharapkan akan membentuk anak yang tumbuh dengan baik, sehat, cerdas, kreatif, dan produktif.

Anak yang sehat dan bertumbuh kembang dengan baik berpotensi di masa depan akan menjadi sumber daya manusia yang unggul sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat berkontribusi maksimal bagi pembangunan dan kemajuan bangsa.
 
Untuk itu, negara perlu menjamin kesejahteraan ibu dan anak yang dimulai sejak ibu dalam masa persiapan kehamilan, masa kehamilan, saat melahirkan dan pascamelahirkan sampai dengan anak mencapai usia tertentu yang dianggap belum dewasa.

Baca Juga: Ini Total Jumlah dan Panjang Jembatan Gantung yang Dibangun di Indonesia dari 2015 hingga 2021

Halaman:

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Bangga dengan Wajah Baru Sarinah

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:45 WIB

EBET Dibutuhkan untuk Menunjang Pembangunan

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:50 WIB
X