• Jumat, 1 Juli 2022

Cemong dan Teman-temannya Dilepasliarkan di Taman Nasional BBBR

- Selasa, 21 Juni 2022 | 19:04 WIB
Cemong, satu di antara lima orangutan yang dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat.  (menlhk.go.id)
Cemong, satu di antara lima orangutan yang dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kalimantan Barat. (menlhk.go.id)

TangerangRaya.id - Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI) melepasliarkan lima individu orangutan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Menurut Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program reintroduksi orangutan, sekaligus rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada bulan Juni.

Kelima orangutan itu adalah Anjas, Cemong, Joyce, Kotap, dan Otan, yang merupakan hasil rehabilitasi di YIARI Ketapang.

Baca Juga: Jalur Rel Bogor-Sukabumi Tertimbun Longsor, Perjalanan KA Pangrango Dihentikan

Mereka dianggap sudah layak dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, setelah menjalani proses rehabilitasi antara 7 sampai 11 tahun di Pusat Rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia di Ketapang.

Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dipilih menjadi lokasi pelepasliaran karena mempunyai kesesuaian habitat untuk orangutan.

Selain itu, jenis-jenis vegetasi penyusun hutan di TNBBBR mempunyai kecukupan, baik dalam jumlah maupun keragaman jenis sebagai pakan orangutan.

Baca Juga: Astaga! Super Car Milik Cristiano Ronaldo Seharga Rp30,9 Miliar Remuk

Untuk memastikan satwa endemik Kalimantan dengan status konservasi Critically Endangered (CR) berdasarkan IUCN, orangutan harus menjalani tes kesehatan sebelum pelepasliaran.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan mereka diangkut melalui jalan darat dari Ketapang menuju Melawi yang memakan waktu tempuh 15 jam, melewati enam kabupaten yaitu Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi.

Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur air dan berjalan kaki. "Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh pihak, baik itu instansi maupun lembaga non pemerintah serta masyarakat yang terlibat dalam upaya penyelamatan satwa endemik Kalimantan ini. Kita masih perlu inovasi-inovasi program jangka panjang yang lebih efektif dalam upaya konservasi orangutan," ungkap Sadtata.***

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Bangga dengan Wajah Baru Sarinah

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:45 WIB

EBET Dibutuhkan untuk Menunjang Pembangunan

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:50 WIB
X