• Jumat, 1 Juli 2022

Meutya Hafid Minta Kemlu Kawal Kasus Penghinaan Islam di India

- Selasa, 21 Juni 2022 | 18:50 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (dpr.go.id)
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid (dpr.go.id)

TangerangRaya.id - Politisi India melontarkan komentar yang kontroversial soal Nabi Muhammad, sehingga memicu kemarahan negara-negara muslim.

Pada 5 Juni 2022 negara-negara Arab mulai menyerukan untuk memboikot India. Menanggapi hal itu Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Kementerian Luar Negeri untuk mengawal dan menyelesaikan kasus penghinaan Islam di India.
 
"Saya meminta Kemlu RI untuk terus mengawal dan menyelesaikan kasus penghinaan terhadap Islam, baik itu secara bilateral maupun multilateral," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Jalur Rel Bogor-Sukabumi Tertimbun Longsor, Perjalanan KA Pangrango Dihentikan
 
Ia mendukung langkah Kemlu yang menyampaikan kecaman atas pernyataan dua politisi partai berkuasa di India, Partai Bharatiya Janata (BJP) yakni Nupur Sharma dan Naveen Kumar Jindal.

Kecaman itu disampaikan pada Forum Pertemuan Bilateral Menlu RI dan Menlu India saat pertemuan "Special ASEAN-India Foreign Ministers' Meeting" (SAIFMM), yang diselenggarakan di New Delhi, baru-baru ini.
 
Politisi fraksi Partai Golkar itu berpendapat bahwa pernyataan dua politisi BJP itu mencerminkan ketiadaan sensitivitas terhadap hubungan bilateral RI-India yang selama ini berjalan dengan baik.

Baca Juga: Astaga! Super Car Milik Cristiano Ronaldo Seharga Rp30,9 Miliar Remuk

Hubungan dan kerja sama bilateral RI-India dibangun dengan kesamaan pandangan atas penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk saling menghormati antarpemeluk agama.

"Saya berpandangan bahwa penghormatan terhadap agama dan keyakinan adalah dasar yang mesti dipegang kokoh dalam hubungan bilateral dan pergaulan internasional. Dasar tersebut harus menjadi parameter terhadap masa depan hubungan dan kerja sama RI-India," katanya.

Meutya menambahkan, kasus penghinaan agama yang diduga dilakukan dua politikus BJP itu telah mencederai pergaulan internasional, khususnya India dengan negara-negara Islam atau negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.***

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Bangga dengan Wajah Baru Sarinah

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:45 WIB

EBET Dibutuhkan untuk Menunjang Pembangunan

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:50 WIB
X