• Jumat, 1 Juli 2022

Mentan Turun Langsung Pastikan Lalu Lintas Sapi Antararea Aman

- Selasa, 24 Mei 2022 | 19:52 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (pertanian.go.id)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (pertanian.go.id)

TangerangRaya.id - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara langsung memastikan lalu lintas sapi antararea berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pelabuhan Merak.

Mentan SYL yang didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, melakukan inspeksi terkait pengawasan terhadap sapi yang akan dilalulintaskan keluar Pulau Jawa ke Pulau Sumatera.

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian secara aktif terus melakukan pengawasan terhadap hewan ternak di tempat pemasukan dan pengeluaran di seluruh wilayah Tanah Air.

Baca Juga: Honor Petugas Pemilu 2024 Naik Tiga Kali Lipat Jadi Rp1,5 Juta

Berdasarkan data pada sistem lalu lintas perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Cilegon, peningkatan lalu lintas komoditas asal sektor peternakan meningkat signifikan.

Pada tahun 2021 media pembawa rentan PMK yang dilalulintaskan mencapai 25.153 ekor. Angka ini meningkat lebih dua kali lipat dibandingan lalu lintas ternak rentan PMK di tahun 2020 yang hanya 10.745 ekor.

"Hari ini saya berkesempatan untuk memastikan bahwa Badan Karantina Pertanian menerapkan biosekuriti terhadap pengeluaran 149 ekor sapi tujuan Pekanbaru. Lalu lintas dari Pelabuhan Merak melalui Pelabuhan Bakauheni," kata Mentan Syahrul saat monitoring tindakan karantina di Cilegon.

Baca Juga: Waspada Cacar Monyet, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Antisipatif

Tindakan karantina meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan dokumen, dan penyemprotan disinfektan. Hal ini untuk membunuh virus kemungkinan masih terbawa, salah satunya penyebab PMK.

"Tidak ada lalu lintas hewan di sini yang bisa lolos tanpa protokol, yang tidak lolos, berhentikan sampai di sini," imbau Mentan SYL.

SYL mengapresiasi kinerja Barantan dan juga instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan di tempat pengeluaran dan pemasukan. Ia yakin bahwa PMK dapat disembuhkan, dan aman bagi manusia.

Baca Juga: Begini Langkah Tanggap Darurat Pasca Banjir Rob Pantai Utara di Jawa Tengah

Kegiatan monitoring diawali dengan apel Siaga PMK yang langsung dipimpin Mentan SYL. Hal ini untuk menjamin keamanan dan kesehatan lalu lintas hewan ternak, termasuk untuk kebutuhan Idul Adha.

"PMK ada, iya. Tapi PMK bisa sembuh. PMK memang hadir, tapi tidak membahayakan manusia. Artinya, dagingnya pun  sesuai dengan protokol kesehatan dapat dimakan. Oleh karena itu, menghadapi Idul Adha besok tidak boleh ada kepanikan, siapa pun," jelas Mentan SYL.

Kepala Badan Karantina Pertanian Bambang mengatakan Siaga PMK ini merupakan respon dari Kementan untuk menjamin lalu lintas hewan ternak aman di tengah wabah PMK. 

Baca Juga: Gara Gara Sabu, Aktor Gary Iskak Ditangkap Polisi

"Kami lakukan pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa, seperti di Pelabuhan Merak ini. Sebelumnya hewan ternak dipastikan sudah memenuhi biosekuritinya. Terpenuhi masa karantina selama empat belas hari," ujarnya.

Bambang menambahkan pihaknya juga melakukan pemeriksaan dokumen meliputi SKKH yang dilengkapi surat rekomendasi pengeluaran dan pemasukan dari Dinas Peternakan sesuai dengan Permentan 21 tahun 2015.

Pencegahan PMK, perlu koordinasi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyebaran ke daerah yang masih terbebas PMK.***

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wapres Bangga dengan Wajah Baru Sarinah

Kamis, 30 Juni 2022 | 22:45 WIB

EBET Dibutuhkan untuk Menunjang Pembangunan

Rabu, 29 Juni 2022 | 21:50 WIB
X