Pembangunan Harus Infklusif Gender dan Anak

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 21:09 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga bersama masyarakat di Kabupaten TTS, NTT. (kemenppa.go.id)
Menteri PPPA Bintang Puspayoga bersama masyarakat di Kabupaten TTS, NTT. (kemenppa.go.id)

TangerangRaya.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengajak seluruh lapisan perangkat daerah untuk mengupayakan pembangunan yang inklusif terhadap kepentingan terbaik anak dan perempuan.

Hal itu dilakukan salah satunya melalui Komitmen Bersama Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Dalam mendukung pembangunan yang inklusif, Menteri PPPA turut mengukuhkan Relawan Sahabat Perempuan dan Peduli Anak, serta melepaskan 150 wisudawan Sekolah Perempuan “Bife Meto”, yang diselenggarakan di Kantor Bupati TTS, NTT.

Baca Juga: Menlu RI Retno Marsudi Hadiri Pertemuan Menlu G7 dan Bilateral dengan Menlu AS

"KemenPPPA telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi, salah satunya melalui pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang diharapkan dapat menjadi spektrum baru bagi pembangunan nasional yang berkeadilan gender, serta mampu menjadi jawaban bagi penyelesaian lima arahan prioritas yang diamanatkan oleh Bapak Presiden,” ungkap Menteri PPPA.

Melalui penandatanganan Komitmen Bersama menunjukan usaha keras dari Provinsi NTT khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan untuk mewujudkan desa dan kelurahan yang ramah perempuan dan peduli anak secara mandiri dengan potensi sumber daya daerah masing-masing.

Baca Juga: Tim Dayung Indonesia Dulang Delapan Emas

Menteri PPPA mengucapkan terima kasih dan berharap 15 desa di Kabupaten TTS ini tidak sebatas merayakan launching DRPPA, tapi bisa diimplementasikan secara nyata menjadi model yang bisa direplikasi daerah lain, sehingga dapat terwujud pemenuhan hak anak dan perempuan.

Dalam mewujudkan perempuan dan anak-anak Indonesia yang berkualitas, dibutuhkan sinergitas dari berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, lembaga masyarakat, keluarga, terutama perempuan dan anak yang paling paham mengenai kebutuhan mereka.

Baca Juga: Rosmawati Raup Untung dari Camilan Jadul Rasa Kekinian

“Pelibatan perempuan dalam pembangunan tersebut telah diwujudkan oleh Kabupaten TTS melalui Sekolah Perempuan (Sekoper) “Bife Meto” yang baru saja melepaskan 150 wisudawati”, ujar Bintang.***

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kacang Ercis Sebutan Jadul untuk Polong

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:33 WIB

Legislator Imbau Masyarakat Papua Sambut DOB

Senin, 23 Mei 2022 | 19:04 WIB
X