Pasar Murah Bukti BUMN Hadir di Masyarakat

- Kamis, 12 Mei 2022 | 21:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kegiatan pasar murah di Lampung. (bumn.go.id)
Menteri BUMN Erick Thohir dalam kegiatan pasar murah di Lampung. (bumn.go.id)

TangerangRaya.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggelar pasar murah untuk kedua kalinya di Provinsi Lampung bersama PTPN Group.

Kegiatan pasar murah dipusatkan di halaman Gedung Pertemuan Komplek PTPN VII, Lampung, Selasa (10/5/2022).

Operasi pasar dihadiri langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Operasi pasar murah yang diinisiasi Kementerian BUMN ini sudah digelar sejak awal Ramadan.

Baca Juga: Waspada! Ini nih Empat Ciri Akun Bank Bodong Pembobol Rekening

Menurut Erick, BUMN tak hanya berfungsi sebagai korporasi, melainkan juga menjadi penyeimbang dalam perekonomian Indonesia, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan harga terjangkau. Hal itu dilakukan guna mendorong pemerataan dan keseimbangan pasar.

"Alhamdulillah, saya dengan Pak Gubernur dan PTPN ini mungkin sudah kedua kali, kita ingin membantu kebutuhan masyarakat untuk mendapat akses bahan pangan seperti hari ini minyak goreng (migor) dan gula yang harganya di bawah harga pasar," ujar Erick.

Dalam operasi pasar tersebut, BUMN menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau. Rinciannya adalah 3000 liter minyak goreng Nusakita dengan harga Rp19 ribu per liter, gula pasir Nusakita dengan harga Rp11 ribu per kg dan 250 kg beras yang dijual dengan harga Rp15 ribu per 2,5 kg.

Baca Juga: Ini yang Mesti Dilakukan setelah Mobil Lakukan Perjalanan Mudik yang Jauh

Operasi pasar merupakan bentuk intervensi BUMN dalam menjaga keseimbangan harga yang terjangkau masyarakat. Tentu BUMN tidak bisa sendirian, melainkan membutuhkan peranan swasta. Pasalnya, produksi migor BUMN hanya 4 persen dan sisanya berasal dari swasta. Sementara untuk gula, produksi BUMN relatif lebih besar mencapai 45 persen.

"Hari ini (operasi pasar) masih yang kemasan tapi yang kemasan saja bedanya sama harga pasar Rp6 ribu, angka luar biasa. Kalau BUMN hanya kejar keuntungan kita tidak jualnya Rp19 ribu tapi Rp24.500. Untuk gula lebih murah Rp2.500, kalau kejar keuntungan kita jualnya hanya lebih murah 500 perak," papar Erick.

Halaman:

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kacang Ercis Sebutan Jadul untuk Polong

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:33 WIB

Legislator Imbau Masyarakat Papua Sambut DOB

Senin, 23 Mei 2022 | 19:04 WIB
X