Menteri LHK dan Utusan Khusus Jerman Bahas Pengendalian Perubahan Iklim

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:57 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menerima kunjungan Sekretaris Negara dan Urusan Khusus untuk Urusan Iklim Jerman Jennifer Lee Morgan. (menlhk.go.id)
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menerima kunjungan Sekretaris Negara dan Urusan Khusus untuk Urusan Iklim Jerman Jennifer Lee Morgan. (menlhk.go.id)

TangerangRaya.id - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menerima kunjungan Sekretaris Negara dan Utusan Khusus untuk Urusan Iklim Jerman, Jennifer Lee Morgan di Manggala Wanabakti, Jakarta (10/05/2022).

Pada pertemuan ini, kedua belah pihak berdialog antara lain tentang upaya pengendalian perubahan iklim dalam forum Multilateral G7, G20 dan UNFCCC, rehabilitasi hutan dan lahan (RHL), Perhutanan Sosial, serta berbagai kerja sama yang telah berjalan dan tengah dijajaki antara Indonesia dan Jerman.

Mengawali diskusi, Menteri Siti mengucapkan selamat kepada Jerman atas terpilihnya negara tersebut sebagai Presidensi G7 untuk periode tahun 2022. Pada tanggal 1 Januari 2022, Jerman mengambil alih Presidensi G7 selama satu tahun yang sebelumnya dipegang Britania Raya.

Baca Juga: Ini yang Mesti Dilakukan setelah Mobil Lakukan Perjalanan Mudik yang Jauh

Jennifer pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas target Indonesia pada agenda FoLU Net Sink 2030, serta memberikan support terkait Presidensi G20 Indonesia.

Saat berdiskusi terkait aksi pengendalian perubahan iklim, Menteri Siti menyatakan bahwa tiga forum multilateral yaitu G20, G7 dan UNFCCC memiliki nilai masing-masing.

Menurutnya, Indonesia meyakini dan menghormati UNFCCC sebagai forum multilateral tentang pengendalian perubahan iklim yang diamanatkan secara global.

Baca Juga: Waspada! Ini nih Empat Ciri Akun Bank Bodong Pembobol Rekening

Menteri Siti menegaskan bahwa Indonesia berpandangan setiap komitmen harus didiskusikan dalam forum multilateral yang telah disepakati.

Indonesia, lanjut Siti, mendukung G7 dan G20 sebagai wadah untuk menumbuhkan dan mengimplementasikan berbagai gagasan substantif sebagai bagian dari solusi pengendalian perubahan iklim.

Meskipun hasil-hasil G7 dan G20 sering dirujuk oleh forum, agenda ataupun organisasi internasional, kedua forum tersebut tetap merupakan forum informal yang hasilnya hanya berlaku bagi anggotanya dan tidak mewakili keseluruhan negara pihak dalam UNFCCC.

Baca Juga: RuTube, Pesaing YouTube dari Rusia, Lumpuh Dihajar Peretas

Menteri Siti juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengikuti pedoman sistematis internasional terkait perubahan iklim.

Indonesia telah men-submit dokumen seperti LTS, NDC, road map Mitigasi dan Adaptasi, serta beberapa praktik yang dilakukan selama 7 tahun dalam rangka mengembangkan rencana operasional untuk FoLU Net Sink.

FoLU Net Sink 2030 adalah agenda yang penting, karena memiliki kontribusi NDC terbesar yaitu sekitar 60 persen dan pada posisi kedua adalah sektor energi.

Halaman:

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kacang Ercis Sebutan Jadul untuk Polong

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:33 WIB

Legislator Imbau Masyarakat Papua Sambut DOB

Senin, 23 Mei 2022 | 19:04 WIB
X