KemenPPPA Dorong Perempuan Pemimpin Berdayakan Kaum Perempuan Melalui TIK

- Minggu, 23 Januari 2022 | 22:45 WIB
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (kemenPPPA.go.id)
Menteri PPPA Bintang Puspayoga (kemenPPPA.go.id)

TangerangRaya.id - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menekankan pentingnya aksesibilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan kemampuan literasi digital bagi perempuan, dalam menghadapi era digital industri 4.0 serta menuju peradaban 5.0.

Diharapkan para perempuan pemimpin dapat saling berjejaring dan menginspirasi perempuan lain melalui pembukaan akses menjangkau TIK dan literasi digital.

Pandemi Covid-19 yang memberikan batasan fisik membuat penggunaan TIK menjadi semakin masif, dimulai dari sekolah daring, bekerja dari rumah, penggunaan aplikasi untuk layanan kesehatanperbankan dan jaminan sosial.

Baca Juga: Kejahatan Narkoba Sudah Terstruktur, Sistematis dan Masif

Bagi pelaku UMKM untuk dapat bertahan dan maju pada masa pandemi dan pascapandemi juga perlu memanfaatkan teknologi digital.

"Sayangnya, hingga hari ini perempuan masih mengalami ketimpangan dalam hal akses terhadap TIK dibandingkan laki-laki. Berdasarkan BPS (2019), persentase pengguna internet perempuan masih lebih rendah yakni 46,87 persen dibandingkan dengan laki-laki yaitu 53,13 persen,” ungkap Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam Rakernas II dan Munas I Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia.

Bintang menegaskan jika aksesibilitas TIK tak dibuka bagi perempuan, maka ketimpangan gender akan semakin luas. Karenanya, partisipasi para perempuan pemimpin untuk memberdayakan perempuan dalam mengakses TIK menjadi sangat krusial.

Baca Juga: Pandeglang Rawan Bencana Alam DPR Sarankan Pemkab Segera Relokasi Penduduk

“Saya memohon dukungan dari saudara-saudara sekalian, para pemimpin Indonesia, untuk berjuang bersama memasukkan agenda-agenda kesetaraan gender dalam setiap kebijakan, program dan kegiatan, termasuk membuka akses perempuan akan TIK serta literasi digital. Para perempuan pemimpin dapat saling berjejaring, saling menginspirasi dan saling memotivasi perempuan-perempuan lain. Saat perempuan berkarya, maka manfaatnya juga akan dirasakan oleh semua,” tuturnya.

Menurutnya perempuan perlu memiliki literasi digital yang mumpuni agar mampu memproses berbagai informasi dari internet dengan bijak, sehingga dapat memaksimalkan manfaat bagi dirinya sekaligus melindungi diri dan keluarganya dari bahaya internet, seperti Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).

Halaman:

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kacang Ercis Sebutan Jadul untuk Polong

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:33 WIB

Legislator Imbau Masyarakat Papua Sambut DOB

Senin, 23 Mei 2022 | 19:04 WIB
X