Omicron di Indonesia Tercatat 1.161 Kasus, Dua Meninggal

- Minggu, 23 Januari 2022 | 13:30 WIB
Virus corona varian omicon memiliki daya tular lebih cepat daripada varian-varian sebelumnya. (inforain.com)
Virus corona varian omicon memiliki daya tular lebih cepat daripada varian-varian sebelumnya. (inforain.com)

TangerangRaya.id - Kementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia.

Kedua kasus tersebut merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi. Dilaporkan bahwa kedua kasus tersebut memiliki komorbid.

''Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,'' ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Baca Juga: Wamenkeu: Kita Harus Memiliki Sistem Pajak yang Terpercaya

Hingga Sabtu (22/1) tercatat 3.205 penambahan kasus baru Covid-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal.

Kenaikan kasus baru konfirmasi merupakan implikasi dari peningkatan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia. Sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indonesia, mulai dari menggencarkan 3T terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggencarkan akses telemedicine, serta meningkatkan rasio tempat tidur untuk penanganan Covid-19 di rumah sakit.

Baca Juga: Menkominfo: SDM Harus Meningkatkan Keterampilan Digital dan Soft Skill

Kemenkes juga telah mengeluarkan aturan baru untuk penanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan RI Nomor HK.02.01/MENKES/18/2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

''Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan Covid-19, untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk isolasi mandiri dan isolasi terpusat,'' jelasnya.***

Halaman:

Editor: Saptorini

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kacang Ercis Sebutan Jadul untuk Polong

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:33 WIB

Legislator Imbau Masyarakat Papua Sambut DOB

Senin, 23 Mei 2022 | 19:04 WIB
X