Ada 100 Unit RISHA untuk Korban Longsor di Natuna

- Jumat, 10 Maret 2023 | 16:09 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Anggota Komisi V DPR RI Cen Sui Lan meninjau penanganan bencana longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Pr (Kementerian PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Anggota Komisi V DPR RI Cen Sui Lan meninjau penanganan bencana longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Pr (Kementerian PUPR)

Tangerangraya.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, dan Anggota Komisi V DPR RI Cen Sui Lan meninjau penanganan bencana longsor di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (10/3/2023).

Bencana tanah longsor terjadi pada Senin 6 Maret 2023 lalu, hingga menyebabkan kerusakan rumah warga dan korban jiwa.

Menteri Basuki mengatakan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana longsor yang menjadi prioritas untuk segera dilaksanakan Kementerian PUPR adalah relokasi permukiman warga bekerja sama dimana tanahnya disediakan pemerintah daerah.

Hunian tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak longsor dilakukan dengan membangun rumah khusus tahan gempa dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Ajak Investor Jepang Berinvestasi di IKN Nusantara

"Segera siapkan pengangkutan RISHA sebanyak 100 unit dari stok di Palembang sebagai Huntap di titik relokasi yang aman dari risiko longsor dan sudah disiapkan tanahnya oleh Pemkab Kepulauan Natuna."

"Untuk mempercepat, masyarakat Kecamatan Serasan harus dilibatkan," kata Menteri Basuki.

Menteri Basuki memperkirakan, jika lahan sudah siap tersedia, maka pembangunan fisiknya kira-kira akan dapat selesai dalam waktu tiga bulan karena pembangunannya tidak begitu sulit dengan metode knock down RISHA yang sudah ada.

Titik relokasi permukiman nantinya juga dilengkapi dengan infrastruktur pendukung, termasuk jaringan air bersih, sanitasi dan musholla untuk warga terdampak.

Baca Juga: Pemberitaan Berdampak Positif bagi Pariwisata Indonesia, Menparekraf Berterima Kasih pada Media

“Dengan pengangkutan dan pemasangan panel RISHA kita membutuhkan sekitar tiga bulan, termasuk untuk penyediaan prasarana dan sarana air bersih, sanitasi dan jalan lingkungan,” kata Menteri Basuki.

Rehabilitasi dan rekonstruksi pada wilayah terdampak bencana di Kepulauan Natuna tidak hanya membangun kembali rumah yang rusak, tetapi sebagai upaya untuk membangun kembali (build back better) permukiman baru yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

Relokasi 100 rumah warga terdampak penting dilakukan karena berada di zona merah kerentanan tinggi terhadap bencana longsor.

Sebelum program relokasi sebagai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana, Kementerian PUPR melakukan penanganan tanggap darurat bencana longsor yang telah memasuki hari keempat di Natuna dengan mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi, pembersihan lumpur, dukungan sarana, prasana bagi pengungsi, dan membuka jalur terdampak longsor.

Halaman:

Editor: Josep Lopiwudhi

Sumber: tangerangraya.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Buwas: Banyak Penyelundupan Beras dari Luar

Jumat, 17 Maret 2023 | 00:38 WIB

Ada 100 Unit RISHA untuk Korban Longsor di Natuna

Jumat, 10 Maret 2023 | 16:09 WIB
X